BPSDM
BPSDM

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Perkuat Transformasi SDM Melalui IMIPAS Talent Corporation dan Sistem Pembelajaran Terintegrasi Berbasis AI

Jakarta, 26 November 2025 – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengembangkan terobosan baru strategis, IMIPAS Talent Corporation. Sistem pembelajaran digital bagi aparatur sipil negara (ASN) berbasis artificial intelligence (AI) yang diharapkan menjawab tantangan transformasi sumber daya manusia (SDM) aparatur sebagai fondasi utama perubahan organisasi.

Inisiatif ini lahir dari prakarsa Kepala Pusat Pelatihan BPSDM Imigrasi dan Pemasyarakatan, Muhammad Tito Andrianto, yang melihat perlunya pembelajaran aparatur yang terintegrasi dan selaras dengan perkembangan teknologi modern. Sebagaimana selama ini, pelatihan antar unit masih berjalan terpisah tanpa basis data komprehensif yang mendukung kolaborasi.

Saat ini terdapat 65.422 ASN di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Angka besar yang menjadi tantangan bagi BPSDM untuk menata pelatihan secara sistematis, mulai dari desain program berbasis kompetensi, pengembangan kurikulum, modul, metode pelatihan, hingga evaluasi yang relevan dengan kebutuhan jabatan.

Implementasi IMIPAS Talent Corporation diperkuat oleh Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor M.IP-5.SM.01.02 Tahun 2025 tentang Sistem Pembelajaran Terintegrasi (Corporate University). Kebijakan ini menjadi dasar pelaksanaan tujuh komponen Corporate University agar pengembangan kompetensi di setiap unit kerja berjalan terpadu dan terukur.

Kepala BPSDM Imigrasi dan Pemasyarakatan, Aman Riyadi bersama Sekretaris Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan, Asep Kurnia memberikan dukungan penuh atas IMIPAS Talent Corporation, menghadirkan IMIPAS Learning Center (ILC) sebagai pusat pembelajaran digital berbasis artificial intelligence (AI) melalui platform yang fleksibel, mudah diakses, dan bersifat personal yang telah resmi diluncurkan pada 19 November 2025 melalui laman ilc.kemenimipas.go.id

IMIPAS Talent Corporation diharapkan membawa perubahan besar dalam pengembangan SDM. Pelatihan tidak lagi bersifat umum, tetapi dibuat untuk menutup kesenjangan kompetensi secara tepat sasaran. Langkah ini sekaligus memperkuat penerapan merit system dalam manajemen karier.

Skip to content